Narayana 734 – Bagi remaja yang gemar online hingga larut malam patut waspada. Pasalnya, sebuah studi mengungkap remaja yang kerap begadang demi browsing di internet memiliki potensi gangguan mental. Gangguan itu ditenggarai peneliti karena porsi tidur yang kurang.
Glozier menerangkan kebanyakan gangguan mental datang dan pergi lantara ketiadaan penanganan yang tepat. Karena itu, pihaknya merasa tertarik untuk mengembangkan penelitian tentang gangguan tidur.
Glozier percaya gangguan tidur memberikan sumbangan besar terhadap rasa depresi yang dialami seseorang. “Sebagian besar pasien saya merupakan penggila Facebook dan pemain game kelas berat dimana mereka asyik online hingga larut malam. Sementara mereka harus bangun pukul 7 pagi,” kata dia
Glozier menjelaskan berbeda dengan individu berusia tua dan paruh baya, individu remaja memang sulit untuk tidur lebih lama. Kesulitan itu kemudian mengawali masalah pada tidur. Masalah tidur, kata Glozier, kemudian berlanjut pada gangguan lainnya. “Sebagian besar remaja memiliki masalah tidur sebagai akibat dari gangguan sebelumnya,” katanya.
Bisa dilihat, kata Glozier, jumlah waktu yang dihabiskan remaja untuk online telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan sebagian didorong oleh pertumbuhan situs jaringan sosial. Dia mengungkap angka terbaru menunjukkan bahwa rata-rata pengguna internet di Inggris menghabiskan lebih dari enam jam setiap bulan untuk mengakses situs seperti Facebook dan Twitter. Rata-rata terparah tercatat remaja Australia dengan rata-rata akses internet 7 jam per bulan.
Profesor Glozier bersama tim riset dari Sydney’s-Woolcock Institute dan Brain and Mind Research Institute kemudian merintis sebuah metode baru untuk memperbaiki jam tidur individu sehingga mencegah resiko kesehatan mental mereka. Pasien diobati dengan terapi sinar matahari di pagi hari untuk mengaktifkan hormon melatonin guna membantu mereka tidur lebih awal.