Setelah tergantung selama 1/2 jam,tubuh Anne diturunkan dan diberikan pada pihak universiti sebagai bahan kuliah anatomi.Namun,setelah sampai di kampus,peti dibuka dan doktor terdengar suara bernapas dari tenggoroknnya.
Setelah kes ini,banduan mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya,sehingga dapat mati secara cepat.
Menurut jadual,John akan dgantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.Ketika tiba harinya,John dibawa keluar dari selnya untuk menuju tempat hukuman.Namun, trap door (pintu penyekat antara zon penjara) jem tidak bergerak.
Bukan hanya sekali dua kali,tetapi tiga kali.Di tengah kebingungan pihak penjara dan eksekutor,John dikembalikan ke sel nya.Dan beberapa hari kemudian,hukumannya diubah menjadi dipenjara seumur hidup.
Sama seperti Anne,mayat William rencananya akan dimanfaatkan di kuliah medical training,sesuai dengan prosedur regular pada waktu itu.Setelah dinyatakan mati,mayatnya dibawa ke universiti.
Kemudian setelah pakaian nya dilucuti dan diletakkan di atas papan,ada seorang petugas makmal yang menyedari bahawa william bernafas.Makin lama,william bernapas makin cepat.
Dan dalam 2 jam,dia sudah dapat duduk.Malam itu juga,kerajaan memutuskan untuk mengubah hukumannya menjadi hukuman kurungan.
Namun,dia menyatakan bahawa dia tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut.Joseph merompak rumah tersebut bersama gengnya.Ketua geng dilepaskan kerana kurangnya bahan bukti.
Pada 1803,Joseph dibawa bersama banduan lain ke Parramatta,di mana sudah ada ratusan orang yang datang untuk melihat hukuman ini.Setelah berdoa,Joseph naik ke atas gerabak dan di lehernya dikalungkan tali.
Setelah siap,gerabak tersebut ditarik.Bukannya menggantung tubuh Joseph,tali tersebut malah putus.Di cuba lagi,tetapi kali ini tali tersebut juga putus.Di tengah keriuhan penonton,di cuba lagi untuk kali ketiga.Tali tersebut kembali putus.
Kali ini petugas di lokasi memberitahu gabernur tentang peristiwa ini.Setelah mengetahuinya,gabernur mengubah hukuman Joseph menjadi dipenjara seumur hidup.
Gabernur dan petugas lain meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan petunjuk dari Tuhan,bahwa tidak seharusnya Joseph mendapat hukuman tersebut.
Entah bagaimana,Moguel dapat bertahan hidup dan berencana untuk melarikan diri.Moguel pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga tersebut.
Foto di atas diambil pada tahun 1937 di acara Ripley’s Believe It or Not.Dimana Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yg menembus kepalanya dari jarak dekat



