
Narayana 734 – Sebelum Kim Kardashian menghiasi berbagai majalah dan mengatakan dirinya bangga dengan tubuh booty-nya atau jauh sebelum itu, Kate Moss sangat digilai banyak perempuan karena tubuh skinny, body image perempuan memunyai cerita berbeda. Dalam 100 tahun terakhir, body image mengalami perubahan. Bagaimana perubahannya? Cek di bawah ini.

Pelukis Charles Dana Gibson membuat lukisan perempuan dengan memakai model aktris Camille Clifford. Gibson melukis perempuan tinggi, pinggul besar, dan dada montok. Intinya, perempuan bertubuh S. Semenjak itu, “panutan” body image dan sosok perempuan cantik adalah lukisan Gibson.

Satu dekade kemudian, flapper girl menjadi body image yang digemari para perempuan. Mereka mengidolakan tubuh tinggi dan ramping. Saat itu pula, kesejahteraan orang Amerika dan Inggris belum memadai. Sehingga banyak anak dan remaja kurang makan, serta ibu rumah tangga harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. Dengan cara alami, tubuh pun tetap ramping.
Di sisi lain, diet baru saja “menginvasi”. Perempuan kelas atas sadar akan hal itu, mereka sudah membatasi asupan makanan dan majalah fashion turut berperan menyebarkan body image idaman dalam halaman fashion. Aktris yang memiliki tubuh flapper adalah Olive Thomas dan Alice Joyce.


Jean Harlow menjadi ikon fashion dan body image idaman. Harlow terkenal dengan tubuh curvy dan bangga dengan pundaknya.

The screen queen merupakan perbaikan tubuh flapper girl versi lebih baik. Karena era ini, orang-orang telah mendapatkan nutrisi lebih baik dan kondisi politik juga lebih stabil dari sebelumnya.
Era 40an juga dasar bagi perempuan untuk memiliki tubuh lebih tinggi dan ramping. Pasalnya, pemerintah menetapkan bahwa setiap anak berhak atas sepertiga dari setengah liter susu per hari, sehingga mendorong pertumbuhan tulang yang kuat. Ikon perempuan bertubuh indah dan berwajah rupawan adalah Katherine Hepburn.


Tubuh curvy kembali lagi. Para perempuan angat mengidolakan body image melengkung seperti gitar. Marilyn Monroe dan Elizabeth Taylor adalah panutannya. Dan lagi-lagi, majalah ikut andil dalam pembentukan body image.


Satu dasawarsa berlalu, body image 1960 jauh berbeda dibanding 1960. Perempuan bertubuh tinggi, ramping, dan “tipis” merupakan parameternya. Lihat saja model Twiggy dan Jean Shrimpton. Era ini “gerakan” diet gencar lagi. Untuk memenuhi perempuan diet, makan Weight Watchers didirikan pada 1963.

Tubuh curvy masih diminati, namun lebih ramping dibanding era 1950an. Aktris 70an, Farrah Fawcett, menjadi role model-nya.






Body image boleh berubah setiap dekade dan menjadi tren. Tetapi, tubuh sehat lebih penting dibandingkan mengubah bentuk tubuh!