![]() |
| Ilustrasi Bumi datar (Foto: consciouslyenlighttened.com) |
Hal itulah yang membuat beberapa orang ini tidak percaya bahwa Bumi itu bulat. Sebaliknya, mereka percaya Bumi itu memiliki bentuk datar. Namun bagaimanapun, teori mereka tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.
Dikutip Wow Menariknya dari Oddee, berikut orang-orang yang percaya bahwa Bumi itu datar, bukan bulat.
![]() |
| (Foto: Oddee) |
Ia bahkan menawarkan uang 5.000 dolar kepada siapa saja yang bisa membawakan bukti bahwa Bumi itu bulat. Tak hanya itu, ia juga sempat meramalkan akhir dunia pada tahun 1923, 1927, 1930, 1934 dan 1935. Dan semua ramalannya salah total.
Voliva didiagnosa menderita kanker terminal pada tahun 1942. Saat itu ia membuat pengakuan kepada para pengikutnya bahwa ia telah menyalahgunakan dana gereja untuk kepentingan pribadi. Setelah ia meninggal, gereja yang dipimpinnya dibubarkan.
![]() |
| (Foto: Oddee) |
“Ini tahun 2016 dan tidak ada yang bisa membuktikan kepada saya bahwa Bumi itu bulat. Di mana kelengkungannya di cakrawala? #FlatEarth,” tulisnya.
![]() |
| (Foto: Oddee) |
Sebagai anggota dari fundamentalis Gereja Reformasi belanda, Kruger percaya sepenuhnya bahwa sudut Bumi itu datar. Tapi kepercayaannya mulai terguncang ketika ia tahu bahwa kapal bisa mengapung atas dasar Bumi berbentuk bulat. Kecewa, ia pun langsung melemparkan Alkitab nya ke laut.
![]() |
| (Foto: Oddee) |
Tujuan organisasi ini adalah untuk mencegah anak-anak sebelum mereka yakin bahwa Bumi itu bulat. Setelah Samuel meninggal pada tahun 1971, kedudukannya digantikan oleh Charles K. Johnson.
Ia terus membangun organisasi ini sampai memiliki 3.000 anggota dan mereka menghabiskan bertahun-tahun melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa Bumi itu datar. Sampai ia meninggal, tidak ada bukti bahwa Bumi itu datar.
![]() |
| (Foto: Oddee) |
Mereka percaya bahwa Bumi itu datar berdasarkan curah hujan. Menurut mereka, curah hujan bukan dihasilkan oleh penguapan melainkan oleh Tuhan secara langsung.





